Rabu, 07 November 2012

KOPERASI 2

PERMODALAN KOPRASI

simpanan sebagai istilah penamaan modal koperasi pertama kali digunakan dalam UU 79 tahun 1958, yaitu UU koperasi pertama setelah kemerdekaan. Sejak saat itu sampai sekarang modal koperasi adalah simpanan.

A. Sumber – Sumber Modal Koperasi (UU NO.25/1992)
• Modal Sendiri (equity capital)
• Modal Pinjaman (dept capital)
Modal sendiri terdiri dari :

1. Simpanan pokok
Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota.

2. Simpanan wajib
Simpanan wajib adalah sejumlah uang yang wajib dibayarkan anggota dalam jangka waktu tertentu. Biasanya dibayar tiap bulan

3. Simpanan sukarela
Simpanan sukarela merupakan simpanan yang jumlah dan waktu pembayarannya tidak ditentukan. Simpanan sukarela dapat diambil anggota sewaktu-waktu.

4.Dana cadangan
Dana cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil Usaha (SHU). Dana cadangan berfungsi untuk memupuk modal sendiri dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.

5. Dana hibah.
Dana hibah adalah dana pemberian dari orang atau lembaga lain kepada koperasi.
. Modal pinjaman dapat berasal dari:
1. anggota
2. koperasi lain
3. bank
4. sumber lain yang sah

B. Sumber – sumber Modal Koperasi (UU NO.12/1967)
• Simpanan Pokok
• Simpanan Wajib
• Simpanan Sukarela
• Modal Sendiri


MANFAAT PERMODALAN KOPRASI
• Memenuhi kewajiban tertentu
• Meningkatkan jumlah operating capital koperasi
• Sebagai jaminan untuk kemungkinan – kemungkinan rugi di kemudian hari
• Perluasan usaha

 PERMODALAN PADA KOPRASI YANG KAMI KUNJUNGI

sitem permodalan koprasi pada koperasi yang kami kunjungi menggunakan
-simpanan pokok
-simpanan wajib
-dan simpanan sukarela



PENGERTIAN SHU   
Pengertian SHU terbagi menjadi 5 bagian penjelasan tentang SHU yaitu :
  •         SHU koperasi adalah pendapatan yang di peroleh dalam waktu satu tahun buku yang di kurang dengan biaya,penyusutan dan kewajuban,termasuk pajak dalam tahun buku yang berhubungan.
  •     SHU setelah di kurangi dengan dana cadangan lalu di bagikan kepada anggota sesuai dengan jasa masing-masing anggota,dan di gunakan untuk pendidikan pengkoperasian.
  •     Semakin besar transaksi,maka semakin besarSHU yang di terima.
  •     Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.
  •         Besarnya SHU yang diterima oleh setiap anggota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi.
SHU terdapat di dalam pasal 45 ayat (1) UU No. 25/1992, adalah sebagai berikut :
            Sisa Hasil Usaha Koperasi merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.
Informasi Dasar
Informasi dasar dalam perhitungan SHU anggota :
1. SHU Total Koperasi pada suatu tahun buku.
2. Bagian (presentase) SHU Anggota.
3. Total simpanan seluruh anggota.
4.Total seluruh transaksi usaha (volume udaha atau omzet) yang berasal dari anggota.
5. Jumlah simpanan per anggota.
6. Omzet atau volume usaha per anggota.
7. Bagian (presentase) SHU untuk simpanan anggota.
8. Bagian (presentase) SHU untuk transaksi usaha anggota.
RUMUS PEMBAGIAN SHU
• Menurut UU No. 25/1992 pasal 5 ayat 1 mengatakan bahwa “Pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga berdasarkan perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan”. 
• Di dalam AD/ART koperasi telah ditentukan pembagian SHU sebagai berikut: Cadangan koperasi 40%, jasa anggota 40%, dana pengurus 5%, dana karyawan 5%, dana pendidikan 5%, dana sosial 5%, dana pembangunan lingkungan 5%.
• Tidak semua komponen di atas harus diadopsi dalam membagi SHU-nya. Hal ini tergantung dari keputusan anggota yang ditetapkan dalam rapat anggota.
SHU per anggota rumusnya :
• SHUA = JUA + JMA
Keterangan :
SHUA = Sisa Hasil Usaha Anggota
JUA = Jasa Usaha Anggota
JMA = Jasa Modal Anggota
Ø  SHU per anggota dengan model Matematika, dapat dihitung sebagai berikut :
SHU Pa = VA / VUK * JUA + Sa / TMS * JMA
Keterangan :
SHU pa           : Sisa Hasil Usaha per Anggota
VA                  : Volume usaha Anggota (total transaksi anggota)
VUK               : Volume usaha total koperasi (total transaksi koperasi)
JUA                 : Jumlah Usaha Anggota
Sa                    : Jumlah simpanan anggota
TMS               : Total Modal sendiri (simpanan anggota total)
JMA                : Jumlah Modal Anggota
Dengan demikian, SHU koperasi yang diterima oleh anggota bersumber dari dua kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota sendiri, yaitu :
1.      SHU atas jasa modal
Pembagian ini juga sekaligus mencerminkan anggota sebagai pemilik ataupun investor, karena jasa atas modalnya (simpanan) tetap diterima oleh koperasinya sepanjang koperasi tersebut menghasilkan SHU pada tahun buku yang bersangkutan.
2.      SHU atas jasa usaha
Jasa ini menegaskan bahwa anggota koperasi selain pemilik juga sebagai pemakai atau pelanggan.
Secara umum SHU koperasi dibagi sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan pada anggaran dasar/anggaran rumah tangga koperasi sebagai berikut:
Ø  Cadangan koperasi
Ø  Jasa anggota
Ø   Dana Pengurus
Ø    Dana karyawan
Ø  Dana pendidikan
Ø  Dana sosial
Ø  Dana untuk pembangunan lingkungan
Tentunya tidak semua komponen diatas harus diadopsi oleh koperasi dalam membagi SHU-nya. Hal ini sangat tergantung pada keputusan anggota yang ditetapkan dalam Rapat Anggota.

Prinsip-prinsip Pembagian SHU
  1.  SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota : Pada hakekatnya SHU yang dibagi kepada anggota adalah yang bersumber dari anggota sendiri. Sedangkan SHU yang bukan berasal dari hasil transaksi dengan anggota pada dasarnya tidak dibagi kepada anggota, melainkan dijadikan sebagai cadangan koperasi.
  2.  SHU anggota adalah jasa dari anggota dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri: SHU yang diterima setiap anggota pada dasarnya merupakan insentif dari modal yang diinvestasikan dan dari hasil transaksi usaha yang dibagi kepada anggota. Dari SHU bagian anggota harus ditetapkan berapa presentase untuk jasa modal.
  3. Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan : Proses perhitungan SHU per anggota dan jumlah SHU yang dibagi kepada anggota harus diumumkan secara transparan, sehingga setiap anggota dapat dengan mudah menghitung secara kuantitatif berapa partisipasinya kepada koperasi.
  4. SHU anggota dibayar secara tunai : SHU per anggota haruslah diberikan secara tunai, karena  dengan demikian koperasi membuktikan dirinya sebagai badan usaha yang sehat kepada anggota dan masyarakat mitra bisnisnya.
PEMBAGIAN SHU PER ANGGOTA
Untuk memperjelas pemahaman tentang penerapan rumus SHU per anggota dan prinsip-prinsip pembagian SHU seperti diuraikan diatas.
Contoh sebagai berikut :
  •     Perhitungan SHU (laba/rugi) koperasi A
            Penjualan/penerimaan jasa                                          Rp  850.007
            Pendapatan lain                                                           Rp  110.717
                                                                                                Rp  960.794
            Harga pokok penjualan                                               Rp (300.960)
            Pendapatan operasional                                              Rp  659.888
            Beban operasional                                                       Rp (310.539)
            Beban ADM dan umum                                             Rp  (35.349)
            SHU sebelum pajak                                                    Rp  314.000
            Pajak penghasilan (PPh Ps 21)                                    Rp  (34.000)
            SHU setelah pajak                                                      Rp  280.000
  •      Sumber SHU
             SHU koperasi A setelah pajak                                    Rp  280.000
            Sumber SHU :
  • Ø  Transaksi anggota                                                       Rp  200.000
  • ØTransaksi non anggota                                                Rp    80.000
  •      Pembagian usaha menurut pasal 15, AD/ART koperasi
  •      Jumlah anggota, simpanan dan volume usaha koperasi
  •      Dengan menggunakan rumus diatas :
SHU per anggota = SHU jasa usaha anggota + jasa modal
            SHUpa= Va/VUK X JUA + Sa/TMS X JMA
            SHU usaha anggota = Va/VUK (JUA)
Contoh :
SHU usaha Adi                                                                       = 5.500/2.340.062(56.000)
                                                                                                = Rp  131,62
SHU modal anggota                                                               = Sa/TMS (JMA)
SHU modal Adi                                                                      = 800/345.420 (24.000)
                                                                                                = Rp  55,58
Dengan demikian, jumlah SHU yang diterima Adi adalah
Rp  131,620 + Rp  55,580 = Rp  187,2





 
sumber:
ahim.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/9895/BAB+5.+SHU.ppt
 tyooetomo.wordpress.com/2011/11/15/permodalan-koperasi/



Kamis, 01 November 2012

EKONOMI KOPRASI


A.Jenis Koperasi
1.Jenis Koperasi Menurut PP No. 60/1959 :
a.Koperasi Desa
b.Koperasi Pertanian
c.Koperasi Peternakan
d.Koperasi Perikanan
e.Koperasi Kerajinan / Industri
f.Koperasi Simpan Pinjam
g.Koperasi Konsumsi
2.Menurut Teori Klasik
-Koperasi Pemakaian
-Koperasi pengahasil atau Koperasi produksi
-Koperasi Simpan Pinjam
B. Ketentuan Penjenisan Koperasi.
Ketentuan Penjenisan Koperasi Sesuai Undang – Undang No. 12 /67 tentang Pokok – pokok Perkoperasian (pasal 17), adalah sebagai berikut :
1. Penjenisan Koperasi didasarkan pada kebutuhan dari dan untuk efisiensi suatu golongan dalam masyarakat yang homogen karena kesamaan aktivitas /kepentingan ekonominya guna mencapai tujuan bersama anggota-anggotanya.
2. Untuk maksud efisiensi dan ketertiban, guna kepetingan dan perkembangan Koperasi Indonesia, di tiap daerah kerja hanya terdapat satu Koperasi yang sejenis dan setingkat.

  • Sepenggalan usaha yang kami lakukan saat mencari koprasi yang ingin kami datangi:


Usaha yang kami lalui sebelum mewawancarai salah satu anggota koperasi sedikit aga rumit, karna sebelum kami ingin mewawancarai salah satu anggota koperasi kami harus memiliki surat pengantar dari kampus, dan mengetahui apa tujuan kami ingin mewawancarai koperasi tersebut, berhubung hari pertama kami tidak memiliki  surat pengantar kami pun mencoba cari jalan lain, dan kami pun pergi ke salah satu koperasi lain yang akhirnya kami mengunjungi salah satu koprasi yang memang kebetulan siantara kami sudah kenal, dan di situ kami mendapatkan izin untuk mewawancarai salah satu anggota koprasi dan hasil wawancara kami adalah:
Nama Koperasi : XXX
Jenis Koperasi   : Konsumen
Ketua Koprasi   : Bpk. Zulfahmi


penjelasan tentang koperasi konsumen:

Koperasi konsumen beranggotakan orang orang yang melakukan kegiatan konsumsi. Tujuannya adalah memberikan keuntungan yang sebesar besarnya bagi anggotanya dengan cara mengadakan barang atau jasa yang murah, berkualitas, dan mudah didapat.
Koperasi produsen beranggotakan orang orang yang melakukan kegiatan produksi (produsen). Tujuannya adalah memberikan keuntungan yang sebesar besarnya bagi anggotanya dengan cara menekan biaya produksi serendah rendahnya dan menjual produk dengan harga setinggi tingginya. Untuk itu, pelayanan koperasi yang dapat digunakan oleh anggota adalah Pengadaan bahan baku dan Pemasaran produk anggotanya.

Perbedaan terhadap teori menurut kami tidak begitu signifikan, dan justru sangat sepadan dengan teori 

referensi:

Jumat, 29 Juni 2012

Digital Marketing

Digital Marketing is The practice of marketing / marketing using digital distribution channels to reach targeted consumers, build relationships with consumers, and has the ability to measure, in a way that is cost effective and timely manner.

 

Company use of digital marketing:

The company has the innovation that can be developed. Business carried on in the form of service to society or to sharpen customer service. Applied management company in accordance with the methods of digital marketing. The Company has a level of tolerance for risk. Companies have been regarded as capable or strong enough to handle the problem in matters related to information technology

 

The key to successful digital marketing can be divided into two major sections. The first part is good planning, and the second is the excellent execution process. Marketers must have a deep understanding when creating a digital marketing plan. Digital marketing plan not only contains the channel to be used, the message is delivered, how many followers or fans who want to obtain. Digital marketing plan should be prepared based on the information industry landscape, industry & technology trends, customer behavior and buying process. This information will help marketers to identify problems that are considered important by consumers, determine the necessary digital marketing tools, making creative solutions to meet those needs. Digital marketing execution process also must be excellent, as good without the implementation of the plan will not produce anything.

Minggu, 06 Mei 2012

1.Topic: People attend college or university for many different reasons (for example, new experiences, career preparation, increased knowledge). Why do you think people attend college or university? Use specific reasons and examples to .



answer:
I think the reason a person to leave or avoid college or university, there are several factors, the first, maybe for some people to enter or continue their education into college costs more and may also have to assume a degree does not guarantee that we can get a good job , but I think if we go to college is not to find a job, but looking for a science.
For example: if we have a study only to find a job, surely we will dormant college, but if we want to study because in the underlying to increase knowledge, I am sure we will be successful.


2.   Topic: It has been said, 'Not everything that is learned is contained in books.' Compare and contrast knowledge gained from experience with knowledge gained from books. In your opinion, which source is more important? Why?


   answer:

 in  my opinion, knowledge or science not only do we get from books alone, I think a more appropriate source to search for knowledge is the environment around us, because we get along with all the things we can learn, for example: to hang out or socialize we can get the knowledge of whatever , economics, history, science and even religion.



















Rabu, 04 April 2012


Batik Lanterns

Concept
     Lantern is a lamp cover items that can decorate the room. Lanterns in the business concept, we wanted to offer something different to consumers. Because we makelanterns of course with different materials and bentuknyapun not only oval or square, butwith its diverse forms, such as animals. Fabric we use is the batik cloth.


Reasons
     Reason we want to run this business because we have not seen the creation lanterncraftsmen shape "lanterns and fabric used.


Excellence
     Of business we want to run it. Marketing we've done over the internet, opening outlets and we use delivery system. The price we offer very affordable for the whole community.


Market
     For all societies.




Name:
1. Ario Rinaldo               (11211168)
2. Sonny Wicaksono     (16211860)
3. Bijak Bestari              (11211479)
4.Aprianto Yudha           (11211013)
5.Rendy Saputra            (15211968)

Minggu, 11 Maret 2012

Kurang Efektifnya Gerbong KRL Khusus Wanita

Latar belakang
Seluruh masyarakat Jakarta mungkin umumnya sudah tahu bahwa KRL(kereta Rell Listrik) merupakan alat trasportasi yang paling di minati oleh waga Jakarta, dan kita juga sering sekali mendengar di media masa, pelecehan seksual di dalam tersportasi umum khususnya di dalam KRL , yang rata-rata korbannya  di alami oleh kaum hawa, dan pada tahun kemarin PT. KAI pun  mencanangkan gerbong khusus wanita yang bertujuan untuk mengurangi tindakan asusila di dalam alat trasportasi sejuta umat tersebut.

Pendapat
Saya sebagai masyarakat, sangat setuju dengan adanya gerbong khusus wanita, tetapi di lain hal saya berpendapat bahwa gerbong khusus wanita belum lah efektif, mengapa saya berkata demikian, karena saya masih sering melihat bayak sekali laki-laki yang berada di dalam gerbong khusus wanita.

Gagasan:
Saya mempunyai sedikit gagasan, dengan adanya gerbong khusus wanita mungkin dinas PT. KAI bisa menambah jumlah gerbong yang ada saat ini, untuk menghindari penumpukan penumpang, agar penumpang yang ada bisa merasa nyaman khususnya kaum hawa, dan  untuk gerbong khusus wanita sebaiknya di berikan keamanan exstra, seperti menambah jumblah petugas di dalam gerbong.

Senin, 16 Januari 2012

Manusia dan Keadilan


  • Pengertian keadilan

Keadilan adalah keadaan yang seimbang, dimana seorang atau pihak lain mendapatkan hak yang sama,tanpa bembedakan suku,keturunan, dan agama. menurut  W.J.S. Poerwodarminto kata adil berarti tidak berat sebelah, sepatutnya tidak sewenang-wenang dan tidak memihak.

  • Keadilan Sosial

keadilan sosial menurut saya adalah keadilan yang harus di berikan pemimpin kepada rakyatnya, seperti yang tertuang di dalam butir Pancasila, sila kelima yaitu: "keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia" yang memang sudah tertanam di dalam kehidupan sehari-hari dan tidak mungkin dapat di pisahkan.

  • kejujuran

kejujuran adalah perbuatan atau perkataan seseorang dari hati nurani sesuai dengan kenyataan yang ada, dan setiap orng yang mempunyai hati yang bersih dan  suci tidak menutup kemungkinan mempunyai sikap jujur. 

  • Kecurangan

kecurangan menurut saya adalah suatu hal yang bisa mengakibatkan seseorang atau pihak lain merasa di rugikan, karena kucurangan selalu di dasari dengan sikap tidak jujur, serakah,tamak, dan selalu senang melihat penderitaan orang lain. dan hal ini yang perlu dihindari oleh semua orang, maupun saya sendiri dalam kehidupan sehari hari.

  • Pemulihan nama baik

nama baik adalah nama yang tidak tercela, dan harus kita jaga agar nama tersebut tidak tercoreng dengan hal-hal yang tidak baik. dengan cara menjaga sikap antara lain, cara berbicara, cara bergaul, sopan santun, dan lain sebagainya.

  • Pembalasan

pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain, reaksi tersebut dapat berupa perbuatan yang serupa, dengan perbuatan yang sebelumnya di lakukan oleh orang tersebut.
Dalam AL-Qur'an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa tuhan mengadakan pembalasan. Bagi yang bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan dan bagi yang mengingkari perintah Tuhan pun diberikan pembalasan yang seimbang, yaitu siksa neraka.

Kesimpulan: menurut saya kita harus memiliki sikap adil, jujur, dan dapat  menjaga nama baik dalam bermasyarakat, karna hal tersebut sangat lah penting dalam kehidupan kita.

















Manusia dan Tanggung Jawab



  • macam-macam tanggung jawab



1.pengertian tanggung jawab


tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya sebagai kesadaran dan kewajibannya,tanggung jawab adalah ciri manusia yang beradab(berbudaya),Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik, atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian dan pengirbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.


2.Macam-macam tanggung jawab


a.tanggung jawab terhadap diri sendiri


Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengambangkan kepribadian sebagai manusia prbadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan menganai dirinya sendiri menunrut sifat dasarnya manusia adalah mahluk bermoral namun manusia juga seorang pribadi. Karena merupakan seorang pribadi manusisa mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri angan angan sendiri sebagai perwujudan dari pendapat perasaan dan angan angan masnusia berbuat dan bertindak.


b. tanggung jawab terhadap keluarga


Keluarga merupakan Masyarakat kecil, keluarga terdiri dari suami-istri , ayah ibu dan anak anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkun nama baik keluarga tapi ketangung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan pendidikan dan kehidupan


c. tanggung jawab terhadap masyarakat


Pada hakekatnya manusai tidak bisa hidup tanoa bantuan omanusia lain, sesua dengan kedudukannya sebagai mahluk social. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga mdengan demikian manusia disisni merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat lain agat dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkat lkau dan perbuatannya harus dipertaggung jawabkan kepada masyarakat.


d. tanggung jawab terhadap bangsa/negri


Bahwa setiap manusia adalah warga Negara suatu Negara dalam berpikir, berbuat, bertindak, ertingkah laku manusia terikat oleh norma norma atau ukuran ukuran yang dibuat oleh Negara. Manusia tidak dapat berbuat semuanya sendiri bila perbuatan manusia itu salah maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.


e. tanggung jawab terhadap tuhan


Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga dikatakan tindakan manusia tidak lpas daei hukuman hukuman Tuhan. Yang diruangkan dalam berbagai kitab suco melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukuman hukuman  tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika perungatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraikan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah perintah Tuhan. Berarti menginggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan terhadap Tuhan sebagai penciptanya. Bahkan untuk memenuhi tanggungjawabnya manusia harus berkorban.




Pengabdian dan Pengorbanan


a. Pengabdian


Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagi perwujudan kesetiaan, cinta, kasih saying, hormat atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.Pengabdia it pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan hal itu berarti dia mengabdi kepad keluarga. Lain halnya jika kita membantu teman dalam kesulitan mungkin sampai berhari hari itu bukan pengabdian tapi hanya bantuan saja.


b.Pengorbanan


Berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menytakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasahn yang tidak mengandung pamrih suatu pemberian yang didasarkan atas kesadara moral yang tulus ikhlash semata mata.
pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih dapat dirasakan bila kita membaca atau mendengarkan kothbah agama dari kisag para tokoh agama atu nabi manusia memperoleh tauladan. Bagaimana semestinya wajib berkorban




Kesimpulan: jadi setiap manusia di dunia ini, haruslah memiliki sikap tanggung jawab, pengabdian dan pengorbanan.